Memiliki senyum yang putih, rapi, dan simetris merupakan keinginan banyak orang. Salah satu prosedur untuk mempercantik gigi yang populer dan sering dipilih untuk mendapatkan senyum sempurna adalah pemasangan veneer gigi. Namun, di balik minat yang begitu banyak, masih ada orang yang masih merasa ragu dan bertanya-tanya: Apakah veneer merusak gigi asli kita?
Keraguan ini sangat wajar mengingat prosedur veneer gigi selalu melibatkan tindakan medis pada struktur alami tubuh. Artikel ini Opal akan membahas secara lengkap fakta di balik prosedur veneer, dampaknya terhadap kesehatan gigi, serta apa saja yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukannya.
Apakah Veneer Merusak Gigi Secara Permanen?
Secara medis, pemasangan veneer yang dilakukan oleh dokter gigi profesional di klinik Opal Dental Jogja sebenarnya tidak merusak gigi, tetapi mengubah strukturnya secara permanen.
Pada jenis veneer tradisional (seperti bahan porselen), dokter gigi harus mengikis sebagian kecil lapisan terluar gigi, yaitu email gigi (enamel), kurang lebih sekitar 0,3 mm hingga 0,5 mm. Tujuannya adalah agar cangkang veneer dapat menempel dengan pas, tidak terlihat tebal, dan tampak menyatu secara alami dengan gigi aslinya.
Karena enamel gigi tidak dapat tumbuh kembali, proses pengikisan ini bersifat irreversible (permanen). Sekali gigi kamu dikikis untuk veneer, maka gigi tersebut akan selamanya membutuhkan pelindung atau veneer pengganti di masa depan. Jadi, tindakan ini bukan kerusakan, melainkan modifikasi kondisi gigi yang disengaja.
Resiko Jika Prosedur Veneer Gigi Dilakukan Sembarangan
Meskipun aman bila ditangani oleh ahlinya, veneer bisa memicu masalah serius jika tidak dipasang sesuai standar medis. Pertanyaan tentang apakah veneer merusak gigi sering kali muncul karena adanya kasus-kasus kegagalan prosedur, antara lain:
- Gigi Berlubang di Bawah Veneer: Jika pemasangan tidak presisi atau kebersihan mulut diabaikan, bakteri dapat menyusup ke celah tepi veneer dan memicu pembusukan pada gigi asli di baliknya.
- Gigi Menjadi Sangat Sensitif: Pengikisan email yang terlalu dalam hingga mendekati lapisan dentin dapat membuat gigi lebih sensitif terhadap suhu panas dan dingin.
- Masalah Gusi dan Bau Mulut: Pemasangan veneer abal-abal di salon kecantikan atau tukang gigi non-medis sering kali membuat gusi tertekan, meradang, mudah berdarah, hingga menimbulkan bau mulut tak sedap.
Tips Merawat Veneer Gigi agar Tetap Sehat
Bagi kamu yang sudah atau berencana menggunakan veneer, menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah kunci utama agar gigi asli di balik veneer tetap terlindungi. Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang wajib dilakukan:
- Menjaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi minimal dua kali sehari dan gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.
- Hindari Makanan Terlalu Keras: Jangan terbiasa menggigit es batu, membuka kemasan dengan gigi, atau mengunyah makanan yang terlalu keras agar veneer tidak retak atau lepas.
- Gunakan Pelindung Malam (Night Guard): Jika kamu memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur (bruxism), gunakan pelindung khusus dari dokter.
- Kontrol Rutin: Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala setiap 6 bulan sekali untuk memantau kondisi tepi veneer dan kesehatan gusimu.
Kesimpulan
Keputusan untuk mempercantik senyum melalui tindakan veneer gigi harus diimbangi dengan pemahaman medis yang benar. Jadi, apakah veneer merusak gigi? Jawabannya kembali pada bagaimana prosedur itu dilakukan. Jika dikerjakan oleh dokter gigi spesialis yang kompeten dengan indikasi yang tepat, veneer adalah cara yang aman untuk meningkatkan penampilan. Namun, jika dilakukan secara sembarangan demi harga murah, risikonya justru bisa merusak kesehatan gigimu dalam jangka panjang.
Jika kamu membutuhkan bantuan konsultasi untuk kebutuhan veneer gigi, maka kamu bisa berkonsultasi dengan Opal Dental!